Langsung ke konten utama

Karakai Jouzo no Takagi-san - The Bludreg Simulator

Sobat Pundang yang budiman, terutama para wibu dan pecinta romcom mainstream, mungkin anda tidak asing dengan judul anime di atas. Yap. Karakai Jouzo no Takagi-san, dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Takagi si Ratu Jahil, atau bahasa youtubernya Takagi si tukang prank alias Prankster Queen. Bahasa daerah kami disebut juga dengan Jus Kelakai.



Seraya menunggu season berikutnya dari My Hero Akademia yang penuh filosofis itu, admin menyempatkan diri untuk menengok salah satu anime bikinan studio Toho yang juga menggarap My Hero Akademia itu, yaitu Takagi si Tukang Prank. Dari dulu memang admin cukup tertarik dengan jalan cerita yang penuh kerandoman dan kesentolop-an yang tidak kalah dengan beberapa anime romance yang mimin tonton beberapa tahun terakhir ini, di mana si pemeran cewek terlihat lebih "agresif" dari si cowok. Dan akhirnya setelah sekian lama melirik, kemudian menonton anime dan baca komiknya. Seru dan cukup membuat pening. Yare Yare Daze. Tapi perbedaannya ini termasuk Shounen Anime. Artinya Randomisme Hakiki yang ada di cerita ini bisa dinikmati oleh semua kalangan, dan bisa dibilang sangatlah family friendly dan kalaupun ada sedikit PG-13 tapi tidak berpengaruh banyak dengan cerita secara utuh.



Yap langsung saja, mungkin anda merasa familiar dengan cerita komedi sketsa singkat seperti Danshi Kokosei Nichijou, Tonari no Seki kun dan Bajaj Bajuri (lho..)... Anime Jus Kelakai ini (sebutan mimin untuk Karakai Jouzo no Takagi-san) juga merupakan cerita sketsa komedi yang juga mengandung unsur romantis yang super random. Dimulai dengan cerita si Nishikata, yaitu si aktor cowo yang berusaha keras agar bisa menang melawan kejahilan teman sekelas dan sebangku-tetangga-nya, yaitu Takagi. Nishikata sendiri dengan berbagai ilmu dan jurus-jurus yang dia pelajari berusaha menjahili Takagi, tapi ternyata selalu dikalahkan olehnya. Serangan balik Takagi kepadanya juga tidak kalah mengerikan, jika anda pernah nonton Tuyul dan Mbak Yul, si Nishikata ini selalu menjadi Samson dan Pampam yang selalu "gagal maning...gagal maning".




Jadi bagaimana penilaian mimin terhadap anime dan storynya ini? Secara grafis cukup bisa dinikmati dan cukup fresh di mata. Tidak buram seperti studio sebelah (ups..). Dari segi scoring dan penjiwaan karakter juga begitu. Saya baru tahu VA (Voice Actor) atau bahasa sini disebut Pengisi suaranya adalah orang-orang yang cukup terkenal di jepun dalam nge-VA tokoh-tokoh anime yang populer seperti Takahasi Rie (VA-nya Takagi) yang notabene nge-VA tokoh Megumin di Konosuba dan Emilia di Re:Zero. Suaranya di sini lebih kalem dan santuy, tapi tetap "mengerikan" di momen-momen tertentu. Kemudian Yuki Kaji (VA-nya Nishikata), yang notabene nge-VA tokoh Eren di Shingeki no Kyojin dan Todoroki di My Hero Akademia (anda kaget kan? Karena Yuki Kaji ini rata-rata nge-VA tokoh yang rata-rata kalem dan dingin, dan tiba-tiba jadi VA di tokoh Nishikata yang pemalu dan sedikit banyak omong).



Dari segi story, karena ini bermodel sketsa, mungkin yang sering nonton film atau anime dengan model cerita seperti ini akan merasa bosan dan boring. Tapi kenyataannya anime Jus Kelakai ini tidak benar-benar ngebosenin, bahkan justru membuat mimin makin penasaran dengan kejutan-kejutan yang bakalan muncul di adegan atau episode selanjutnya. Itu sesuatu yang sebenarnya sulit untuk ditebak, walaupun saat ini belakangan mimin juga membaca komiknya yang memiliki dua versi, yaitu saat Nishikata dan Takagi masih SMP dan pada saat mereka berkeluarga... Cerita pada saat mereka berkeluarga ini sangatlah family friendly, dan mungkin mengingatkan kita dengan sketsa-sketsa keluarga yang sering tayang di TV, terutama Net TV di jaman bahuela. Apakah animenya bakal sampai ke tahap itu? Semoga saja ya.

Dari segi filosofis, wah ini ngeri sih. Tapi saya akan sedikit memberitahu sesuatu fakta, bahwa Takagi hanya menjahili 1 orang saja. Dia bukan Ratu Jahil yang bisa menjahili semua orang di lingkungan pertemanannya. Dia bukan orang yang seperti itu. Kenapa bisa begitu, anda akan tahu sendiri jawabannya. Fakta kedua bahwa sebenarnya Nishikata tidak "baperan" atau "sumbu pendek" banget ketika dijahili. Dia mungkin hanya menggerutu tapi pada akhirnya dia menghukum dirinya sendiri dengan melakukan push-up. Bandingkan dengan warga +62 ini yang sedikit dikerjain atau disindir aja langsung sakit pantat atau malah berantem baku hantam. Dia sepertinya menikmati momen-momen itu, bahkan ketika ada suatu masa ketika Takagi tidak menjahilinya, dia malah jadi bosan dan penasaran, dan tidak merasa enjoy dengan itu.

Kalau dikatakan mereka mengalami pengalaman romantis? I guess not really. Tapi seandainya di dunia nyata ada orang sejahil itu, you should take her/him, dude.


Anime Karakai Jouzo no Takagi-san ini mengajarkan saya bahwa semakin story dalam sebuah film romcom itu mirip dengan pengalaman pribadi semakin membuatmu ingin mengeluarkan lebih banyak kata-kata mutiara yang menenangkan hati selevel reza arap atau eriko-lim.

Dengan tambahan elemen romantisnya bikin saya sukses stroke ringan/10.

Yah, mungkin itulah review dan rating yang tidak jelas dari mimin. Semoga bisa jadi inspirasi, dan bisa jadi referensi buat kawan-kawan yang berminat. Dan buat anda-anda para penonton yang juga pernah diusilin oleh lawan jenis anda di real lyfe, selamat berpusing ria ketika menonton anime ini!

Anyway, see you, gengs. Cheers.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#CatatanCakrawala - Monumen Tambun Bungai #Throwback #ExploreGunungMas

Monumen Tambun Bungai Monumen Tambun Bungai, merupakan satu dari benda cagar budaya bersejarah yang ada di Kabupaten Gunung Mas, sekaligus juga salah satu destinasi Wisata Budaya yang memiliki daya tarik tersendiri. Tambun Bungai, ini diambil dari nama dua orang tokoh legenda Suku Dayak, yakni Tambun dan Bungai. Legenda dan cerita rakyat Tambun Bungai sangat dikenal masyarakat setempat sebagai asal usul manusia di bumi Kalimantan Tengah. Tambun Bungai menjadi ikon Kalimantan Tengah, yakni Bumi Tambun Bungai, dan diambil sebagai nama jalan di beberapa kota di Kalimantan Tengah. Oke, sekarang kita akan mencoba melakukan perjalanan kembali ke "akar"

#CatatanCakrawala - Explore Tana Malai Tolung Lingu, the Land of Paradise #ExploreMurungRaya

Logo Kabupaten Murung Raya, di sebuah Bundaran (source:flickr.com) Tana Malai Tolung Lingu, merupakan julukan dari Kabupaten Murung Raya. Menurut seseorang yang admin temui saat trip kesana, istilahnya itu terbagi dua, yaitu Tana Malai yang berarti Tanah Surga, dan Tolung Lingu yaitu semacam benda yang apabila dimainkan akan membuat seseorang tidak bisa pulang, atau mungkin betah di tempat tersebut (mirip-mirip bulu perindu), jadi Tana Malai Tolung Lingu arti keseluruhannya yaitu Tanah Surga yang mungkin membuatmu kepengen balik ke sana lagi. Begitulah kira-kira hehe. Bagaimana admin bisa ngetrip sampai kesini, begini ceritanya: Ini sebenarnya bagian dari Challenge yang harus admin penuhi untuk melakukan perjalanan ekstrim menuju Kabupaten yang paling utara di Kalimantan Tengah ini, yang kaya dengan panorama alam dan budayanya. Tidak jauh berbeda dengan Kabupaten lain, hanya saja ini sudah paling pelosok dan mendekati Jantung Kalimantan seperti daerah Putussibau di Kalimantan ...

#CatatanCakrawala - Air Terjun Batu Mahasur dan Air Terjun Bawin Kameloh #ExploreGunungMas

nb. Berhubung kedua Air Terjun ini cukup berdekatan jadi disatuin aja postingannya :) Air Terjun Batu Mahasur Air Terjun Batu Mahasur dan Air Terjun Bawin Kameloh merupakan tempat wisata populer yang bisa dikatakan cukup dekat dengan pusat Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, bahkan mungkin jika dari Palangka Raya, Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, barangkali merupakan Air Terjun yang "PALING DEKAT", kenapa dibilang paling dekat, karena wilayah Palangka Raya sendiri bukan merupakan wilayah pegunungan dan jika ingin melihat air terjun mau tidak mau harus ke Provinsi sebelah (Air Terjun Bajuin di Kabupaten Tanah Laut), atau menuju Kuala Kurun sendiri. Namun seiring dengan dibukanya Poros Tengah yang menghubungkan Kuala Kurun dengan wilayah Barito (Murung Raya dan Barito Utara), akses menuju kedua tempat yang dikenal dengan Air Terjun yang ukurannya segede 'gaban' menjadi lebih mudah menjadi sekitar 8-9 jam, ketimbang melewati Buntok yang memakan waktu 12 ja...